Skip to main content

Blended Learning di Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Untirta

Prodi Ilmu pemerintahan FISIP Untirta menjadi pelopor untuk inovasi dalam pembelajaran di Untirta. Sejak setahun lalu kami sudah menyelenggarakan pembelajaran dengan metode blended learning untuk mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi, bekerjasama dengan Akademi Anti Korupsi ICW. Launching mata kuliah tersebut dilaksanakan dengan kuliah umum Plt. Dekan FISIP Dr. Fatah Sulaiman, Irjen Kemristekdikti, Perwakilan KPK dan koordinator ICW. Pengampu mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi yaitu Rizki Gojali dan Shanty Kartika Dewi.

Sejak tahun itu pula kami membuat produksi beberapa video pembelajaran bekerjasama dengan Untirta TV.

Nah ketika tahun 2019 ini Untirta mempunyai kebijakan penggunaan blended learning dengan SPADA, Prodi Ilmu Pemerintahan sudah siap menjadi early adopter. Semua dosen siap menggunakan pembelajaran online di mata kuliahnya. Kebetulan juga, Pak Anis Fuad sebagai tim SPADA Untirta adalah Dosen Ilmu Pemerintahan.

Jadi, kami siap untuk Smart and Green Campus.

Nah Pembelajaran online Prodi Ilmu Pemerintahan bisa dicek di laman ini. 

Kuliah Umum Pendidikan Anti Korupsi

Pada tanggal 17 September, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Untirta menggelar kuliah Umum mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi: Revisi UU KPK, Persimpangan Jalan Pemberantasan Korupsi di Indonesia.

Kuliah umum ini dibuka langsung oleh Rektor Untirta, Dr. Fatah Sulaiman yang memberikan pesan bahwa kegiatan ini sesuai dengan prinsip Untirta Jawara, Jujur – Adil – Wibawa – Amanah – Religius – Akuntabel.
Sebagai akademisi, kita harus menghargai perbedaan pendapat dan kebebasan pendapat di Negara demokrasi ini. Ia berharap kegiatan ini dapat mencari benang merah dari pihak yang pro dan kontra mengenai revisi undang-undang KPK ini.

Pembicara kuliah umum ini adalah Emerson Yuntho dari ICW dan M. Rizky Gojali dari Prodi Ilmu Pemerintahan dengan Moderator Yeby Mas’an M. Para pembicara menyampaikan dinamika politik-hukum proses revisi KPK baik secara konteks maupun substansinya.

Kuliah umum diakhiri dengan penandatanganan seruan bersama menolak pelemahan KPK.

 

 

 

Pengabdian Pada Masyarakat Prodi Ilmu pemerintahan: Budget Tracking

Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Untirta pada tanggal 13 dan 14 September melaksanakan pengabdian pada masyarakat berupa pelatihan budget tracking, mengetahui potensi korupsi dengan kemampuan membaca APBD. Kegiatan ini bekerjasama dengan ICW dan Gerakan Banten Bersih serta menghadirkan Ade Irawan sebagai pemateri. Tampak Kaprodi Ilmu pemerintahan menyampaikan sambutannya.

 

International Conference on Democratisation in Southeast Asia (ICDeSA) Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Untirta

Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Untirta bekerjasama dengan CSEAS Kyoto University menyelenggarakan International Conference on Democratisation in Southeast Asia (ICDeSA) pada tanggal 4 dan 5 September 2019. Konferensi ini dibuka oleh Rektor Untirta Dr. Fatah Sulaiman, MT.
Konferensi ini menghadirkan 9 Keynote Speakers yaitu 3 pembicara dari Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University: Prof. Yoko Hayami, Prof. Okamoto Masaaki, dan Prof. Nakanishi; Prof. Janet McIntyre dari Flinders University, Prof. Firman Noor Kepala Pusat Penelitian politik LIPI, Prof. Hermin Indah Wahyuni Direktur Pusat Studi Sosial Asia Tenggara, Prof. Jeon Je Seong, Ph.D dari Institute of Southeast Asian Studies (ISAS) Chonbuk University, Prof. Jayum Anak jawan dari University Putra Malaysia, serta Mukda Pratheepwatanawong, Ph.D dari Mekong Studies Center of Excellence, Institute of Asian Studies, Chulalongkorn University.


Dalam konferensi ini juga akan dipaparkan paper hasil penelitian para peneliti dalam dan luar negeri terkait demokratisasi di Asia Tenggara. Terdapat 80 paper dari para peserta yang berasal dari berbagai kampus dalam dan luar negeri, lembaga riset dan peneliti berbagai kementerian. Paper ini akan diterbitkan dalam proceeding terindeks dan juga Jurnal nasional dan Internasional.


Konferensi ini merupakan lompatan penting bagi Untirta dalam proses internasionalisasi dan mewujudkan Visi Untirta sebagai Universitas Terkemuka di Kawasan ASEAN. Karena itulah dalam konferensi ini juga ditandatangani Nota Kesepahaman antara Untirta dengan beberapa pihak, antara lain CSEAS Kyoto University – Jepang, Institute of Southeast Asian Studies Chonbuk University – Korea Selatan dan Prodi Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Follow up dari kerjasama ini adalah rencana pembentukan Pusat Studi Asia Tenggara di Untirta dengan support dari CSEAS Kyoto University dan ISEAS Chonbuk University. Kegiatan yang rencananya merupakan follow up antara lain pengajaran oleh Professor dari kedua institute tersebut di Untirta, penelitian bersama, juga pertukaran dosen dan mahasiswa.


Dalam sambutannya Rektor Untirta menyampaikan keinginan agar kerjasama ini bisa dilanjutkan lebih jauh, terutama dengan Fakultas Kedokteran. Sebagaimana diketahui Untirta tahun ini membuka Fakultas Kedokteran, sementara Kyoto University merupakan Universitas yang memiliki salah satu Fakultas Kedokteran terbaik di dunia dan beberapa kali mendapatkan hadiah nobel.
Abdul Hamid, Ph.D, sebagai Chairman ICDeSA menyampaikan bahwa kolaborasi internasional adalah syarat mutlak bagi Untirta menjadi Universitas yang diperhitungkan di tingkat global. ICDeSA merupakan langkah penting untuk menjadikan Untirta memiliki speasialisasi di bidang yang masih sangat langka di Indonesia yaitu Studi di Kawasan Asia Tenggara serta menjadi national-hub bagi jaringan Pusat Kajian Asia Tenggara di Seluruh dunia.